Kamis, 05 Desember 2013
Minggu, 09 September 2012
Jalan-jalan iseng ke tempat Wisata Pantai Muara Tangerang
Pagi sekitar jam 6 aku mengantar istriku keKamal muara untuk berbelanja ikan,karena diKamal muara ini terkenal dengan ikannya yang masih segar dan juga murah,selain sebagai TPI atau Tempat Pelelangan Ikan diKamal muara juga dikenal sebagai tempat orang-orang atau pemancing yang ingin menyebrang kepulau-pulau disekitar kepulauan Seribu seperti kepulau Bidadari,pulau Onrust,pulau Kayangan atau pulau-pulau yang lainnya.Setelah berbelanja ikan,terbesit dalam pikiranku untuk jalan-jalan sejenak maklum karena setelah lebaran kemarin aku dan keluarga tidak kemana-mana pikiran tertuju untuk melihat-lihat seperti apa Wisata Pantai Muara, yang letaknya aku pikir tidak jauh dari Kamal Muara ini,hanya berbelok menuju Jalan Selembaran dan arahnya lurus menuju keTeluk naga Tangerang.
![]() | ||
| Antara Selembaran dan Teluk naga sekilas tempat wisata ini tidak banyak yang tahu |
![]() | |
| Sepanjang jalan menuju tempat wisata,mata kita disuguhi padi yang menguning |
![]() |
| Jarang-jarang lho dikota Metropolitan bisa melihat pemandangan seperti ini |
Sampailah kami didepan jalan yang akan menuju desa Muara,dipinggir jalan sudah terpangpang papan nama arah yang akan menuju Pantai Muara,jalan yang akan kami lalui memang kecil tapi sudah diaspal rapi, pokoknya akan memudahkan perjalanan kami apalagi dikanan kiri jalan yang kami lalui tanaman padi terhampar hijau dan sisi lain ada petani yang sudah memanen padinya sungguh suatu pemandangan yang langka,suatu tempat yang tidak jauh dari Jakarta dan aku masih bisa menyaksikan tanaman padi yang menguning.
![]() |
| Detik-detik menjelang pintu gerbang tiket wisata,sayangnya photo ini dijepret saat pulang |
![]() |
| Jadinya mata mereka hanya tertuju pada arah datangnya pengunjung |
![]() |
| Tambak-tambak serta penjual udang hidup menyambut kami sepanjang jalan kepantai |
![]() |
| Kalo jalan kaki jauh juga lho kepantai,tapi untuk anak-anak ini... no problemo! |
Ternyata pantai atau laut aku menyebutnya masih jauh,setelah aku menanyakan pada seorang bapak yang mengendarai motor sambil membawa anaknya yang berhenti sejenak diatas jembatan sambil melihat ribuan ikan cere berkumpul dikali,kamipun melanjutkan perjalanan sementara istriku minta segera cepat pulang karena akan segera memasak ikan Bandeng yang kami beli diTPI Kamal.Motor matic yang kubawapun melaju dengan kencang,tibalah kami dipos penjagaan ada sekitar 7 atau 8 orang yang menjaga,teryata pos tersebut adalah gerbang tiket bagi pengunjung yang akan kepantai,aku membayar tiket masuk seharga 5 ribu rupiah pada seorang penjaga disitu.Jalan yang tadi kami lalui mulus berubah drastis yang tadinya aspal berubah menjadi tanah dan berbatu saat kami mendekati pantai,dan dikanan kiri jalan sudah berubah menjadi areal tambak dan tanaman mangrove yang Indah (menurutku lho...) O iya disepanjang jalan menuju pantai muara banyak terdapat penjual udang hidup untuk umpan mancing lho,buat sobat yang hobi mancing boleh di coba tempat yang satu ini.
![]() |
| Semakin mendekati pantai kondisi jalan sudah berubah |
![]() |
| Nun jauh disana adalah pantai serta bangunan milik Pertamina |
![]() |
| Pohon bakau atau Mangrove masih terpelihara bagus disini |
![]() |
| Cuma ini yang dapat menyejukan mata dan hati kami |
Jauh mata memandang terlihat banyak bagan bambu,batang-batang bambu yang menopang bagan diterjang oleh air laut yang bergelombang juga keruh,akupun mengurungkan niat untuk masuk kepantai aku memilih untuk berjalan terus keujung untuk melihat-lihat lautnya.Didalam tempat wisata aku melihat wisatawan makan ikan bakar sambil lesehan diwarung yang terbuat dari bambu,dan kulihat anak-anak bertelanjang dada yang berlarian dipinggir laut yang keruh dan kotor oleh sampah plastik.Dalam hati aku bertanya apakah mereka,anak-anak itu berenang juga diair laut yang kunilai tidak layak untuk dijadikan ajang bermain apalagi untuk berenang.Tempat wisata pantai Muara ini wajib dikunjungi agar sobat tidak penasaran tapi untuk memancing dan wisata mangrove saja,tapi kalau untuk berenang atau main dipinggir pantai...nanti dulu deh.
![]() |
| Antara tambak-tambak jalan masuk yang akan kepantai |
![]() |
| Kami hanya memandangi dari jauh orang-orang yang sedang berwisata dipantai Muara |
Selasa, 27 Maret 2012
Kejutan di Pulau Onrust
Karena ikan yang kuperoleh beukuran kecil aku memutuskan untuk beristirahat sejenak,termos kecil yang berisi kopi panas ku tuang ke gelas plastik aroma harum kopi langsung tercium diantara desiran angin laut, begitu nikmatnya minum kopi panas di tambah dengan sepotong roti sisir yang ku bawa dari rumah.Setelah acara sarapan usai aku turun ke laut untuk berenang kaos kaki yang pendek ku pakai agar tak terkena batu karang yang tajam,seperti sebelumnya kaki kanan ku tergores ketika aku turun ke batu pemecah ombak untuk memancing.Untuk menghindari batu karang yang tajam aku melewati daerah yang berpasir belum saja aku melewati batu pemecah ombak aku merasakan sakit yang luar biasa, kaki ku seperti menginjak puluhan jarum kecil rupanya kaki ku menginjak Bulu babi, baru kali ini aku merasakan dahsyatnya terkena hewan laut berduri dan berwarna hitam ini.Sambil menahan sakit aku menuju ke pinggir di belakang batu pemecah ombak di tempat itu banyak sekali aneka bunga karang yang sudah mati,cangkang kerang,umang-umang,serta berbagai jenis siput laut berukuran kecil.
| Bunga karang yang sudah mati serta cangkang kerang yang ada di Pulau Onrust |
| KM.Raksasa yang sedang singgah di P. Onrust dan perahu kayu milik abang Daeng |
Tiba-tiba saja abang Daeng berteriak"Hey...joran mu di tarik ikan besar tuh"aku pun terkejut melihat joran ku bergerak seperti di tarik sesuatu dengan refleks aku mengambil joran yang ku letakkan di dermaga lalu memutar reel dengan cepat abang Daeng pun membantu ku menarik kenur agar ikan cepat terangkat ikan pun berhasil di angkat ke dermaga"Wah ikan Kakap batu"kata Abang Daeng,aku membawa hasil tangkapanku ke pos peristirahatan dekat menara loket masuk,karena aku kawatir membuka kail didermaga ikan akan terlepas dan loncat ke air,aku begitu gembira mendapatkan ikan Kakap batu pertama ku di Pulau Onrust,dengan susah payah Abang Daeng melepaskan kail yang tertancap di mulut ikan lalu aku mengambil kantong kresek merah dan memasukan ikan Kakap batu berukuran 7 ons itu ke dalamnya.Aku ke dermaga untuk kembali memancing dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Abang Daeng yang sudah membantuku,ku lihat dari dermaga Abang Daeng sedang beristirahat merebahkan tubuhnya di bangku pos peristirahatan yang baru di bangun tersebut.
| Ikan Kakap batu pertama ku di Pulau Onrust |
| Di dermaga KM.Raksasa bersiap kembali ke Muara angke |
| Si Uda dari Bekasi in Action |
| Hari Minggu yang cerah buat si Uda |
![]() |
| Jenis bulu babi seperti inilah yang terinjak oleh ku |
| Sisi Pulau Onrust sebelah barat tempat memancing pertamaku saat pagi |
| Tanggul yang baru di bangun untuk menjaga bangunan yang masih tersisa dari gempuran ombak |
| Nikmatnya membakar ikan hasil tangkapan,walau ikannya kecil-kecil tapi tetap Mak...nyooss |
| Pos peristirahatan yang baru dibangun diharapkan membuat para pengunjung lebih nyaman |
| Kepulangan kami dengan membawa cerita dan kenangan tersendiri tentang Pulau Onrust |
Label:
dermaga,
ikan kakap batu,
ikan okek,
pulau onrust
Rabu, 07 Maret 2012
Kepulauan Seribu
Lambang Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu |
|
Peta lokasi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Koordinat: |
|
| Provinsi | DKI Jakarta |
| Dasar hukum | UU No. 22 Tahun 1999 |
| Ibu kota | Pulau Pramuka |
| Pemerintahan | |
| - Bupati | Drs. Burhanuddin,MM |
| Luas | 11,8 km2 |
| Populasi | |
| - Total | 17.973 jiwa |
| - Kepadatan | 1.523,14 jiwa/km2 |
| Demografi | |
| - Kode area telepon | 021 |
| Pembagian administratif | |
| - Kecamatan | 2 |
| - Kelurahan | 6 |
Bupatinya saat ini adalah Drs. Burhanuddin,MM, sedangkan Wakil Bupatinya adalah Natsir Sabara, SE., M.Si. Sebelumnya wilayah Kepulauan Seribu merupakan salah satu kecamatan di Kotamadya Jakarta Utara.
Pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Pulau Pramuka yang mulai difungsikan sebagai pusat pemerintahan kabupaten sejak tahun 2003. Terdapat dua Kecamatan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yakni Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dengan Camatnya Drs. Satriadi Gunawan, M.Si dan Wakil Camatnya Arief Wibowo, S,IP, M.Si Sekcamnya Muh. Yasin Kurniawan P. dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dengan Camatnya Dr. Edy Junaedi, M.Si.
Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan membawahi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Tidung dengan Lurahnya Mustarom, Kelurahan Pulau Pari, dan Kelurahan Pulau Untung Jawa dengan Lurahnya Eko Suroyo, S.Sos, M.Si. Kecamatan Kepulauan Seribu Utara membawahi tiga kelurahan juga yaitu Kelurahan Pulau Kelapa dengan Lurah HD Isyanto, Kelurahan Pulau Harapan dengan Lurah M.Ali, dan Kelurahan Pulau Panggang dengan Lurahnya Ismail
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mempunyai jumlah penduduk sebanyak lebih kurang 20.000 jiwa yang tersebar di sebelas pulau-pulau kecil berpenghuni. Kesebelas pulau tersebut di antaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Sebira. Selain pulau-pulau berpenghuni, terdapat pula beberapa pulau yang dijadikan sebagai pulau wisata, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan sebagainya.
Di wilayah kabupaten ini terdapat pula sebuah zona konservasi berupa taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKS). Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan di dalamnya juga terdapat zona konservasi, maka tidaklah mengherankan bilamana pengembangan wilayah kabupaten ini lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata. Dua sektor ini diharapkan menjadi prime-mover pembangunan masyarakat dan wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.
Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Administrasi_Kepulauan_Seribu)
Minggu, 04 Maret 2012
Fokus
Sampah, Penyebab Utama Pencemaran di Kepulauan Seribu
Akibatnya Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu kini mirip tempat pembuangan sampah. Sumber pencemar di kedua wilayah tersebut, selain berasal dari sampah juga akibat kegiatan pembuangan minyak dari perusahaan pengeboran minyak lepas pantai serta dari kapal-kapal tanker.
Pencemaran ini juga mengakibatkan terancamnya potensi pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu. Saat ini dampaknya juga sudah mulai dirasakan oleh masyarakat yakni terganggunya mata pencaharian lebih dari 22.000 warga Kepulauan Seribu yang selama ini menggantungkan hidupnya dari laut, mangrove, dan terumbu karang. Bahkan sejak tahun 2002 lalu, produksi ikan nelayan di kawasan ini menurun hingga 38 persen.
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), pencemaran di kedua kawasan perairan itu didominasi polusi dan degradasi ekosistem. Polusi itu antara lain berupa silikat yang mencapai 52.156 ton, fosfat mencapai 6.741 ton, dan nitrogen mencapai 21.260 ton.
Tingginya tingkat pencemaran ini juga telah mengakibatkan terjadinya pengurangan kawasan mangrove dan terumbu karang di kedua perairan tersebut. Untuk wilayah perairan dengan jarak kurang dari 15 kilometer dari pantai, misalnya, terumbu karangnya hanya tersisa kurang dari 5 persen. Sedangkan untuk jarak 15-20 kilometer dari pantai tinggal 5-10 persen, dan pada jarak 20 kilometer tinggal 20-30 persen.
Berdasarkan data dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedal), tingkat pencemaran di Teluk Jakarta hingga Kepulauan Seribu saat ini dalam kondisi sangat kronis. Setidaknya 83 persen dari 13 daerah anak sungai dan sembilan kawasan muara sungai kini masuk dalam kategori tercemar berat.
Akibat banyaknya sampah yang bermuara di Teluk Jakarta ini, kawasan perairan ini sudah ditetapkan ke dalam status eutrofik, atau dapat meledak sewaktu-waktu. Bentuk ledakan ini antara lain adalah munculnya berbagai macam penyakit,kematian massal biota laut,serta berbagai hal yang dapat mengancam dan berimbas langsung kepada masyarakat,seperti banjir.
Sumber :Zona-beritaPulauSeribu.com dan matabumi.com
Selasa, 28 Februari 2012
Kegundahanku
lautku jiwaku
setiap hembusan angin pantai
adalah nafasku...
dan tiap deburan ombak gelombang
itulah detak jantungku...
lautan samudra jiwa ragaku
jangan kau usik aku manusia
kau lukai denyut nadi ini
koral,terumbu karang tlah terluka
rupaku yang indah
kau lumuri minyak yang berbau
kau tebar limbah di sekujur jasad
juga plastik kotor melimpah ruah
setiap hembusan angin pantai
adalah nafasku...
dan tiap deburan ombak gelombang
itulah detak jantungku...
lautan samudra jiwa ragaku
jangan kau usik aku manusia
kau lukai denyut nadi ini
rupaku yang indah
kau lumuri minyak yang berbau
kau tebar limbah di sekujur jasad
Sabtu, 25 Februari 2012
Muara baru batre merah dan batre ijo diJakarta
![]() | |
| Selain angkot ojek sepeda Onthel jadi salah satu pilihan ke Muara baru |
![]() |
| Dari Stasiun Kota Ojek sepeda Onthel siap mengantar anda berwisata Bahari |
![]() |
| Pintu gerbang masuk ke Muara baru |
![]() |
| Memasuki batre ijo sampah berserakan,membuat pemandangan agak kurang nyaman |
![]() |
| Ujung batre ijo,tiang di tengah laut itulah yang dinamakan lampu ijo |
![]() |
| Dermaga batre ijo yang pembangunannya di mulai pada tahun 2010 |
![]() |
| Sisi Batre merah saat pagi ,dijepret dari spot pemancingan batre ijo Spot pemancingan sepanjang jalan di Batre merah Muara baru Akhir pekan Muara baru batre merah selalu di penuhi pemancing |
Di Muara baru ada dua tempat yang dinamakan batre merah dan batre ijo sebutan batre lebih populer dari pada sebutan lampu yang ada ditiang yang kebetulan berwarna merah dan hijau.Kalau malam hari lampu ini menyala,hanya saja yang menyala cuma lampu merah entahlah kalau lampu hijaunya rusak atau apa.Begitulah kepopuleran sebutan batre merah dan batre ijo diMuara baru,apalagi dikalangan pemancing, ke dua tempat tersebut jadi favorit dengan hasil tangkapan ikan yang beragam.Kalau anda mau memancing yang nyaman dan santai batre merah tempat yang cocok,karena disepanjang tembok yang dibangun oleh Japan Indonesian Fondation ini memanjakan para pemancing, anda tidak perlu repot2 bawa bekal makanan karena disini ramai oleh para pedagang makanan tidak seperti di batre ijo yang tempatnya terpencil jadi anda harus siap2 membawa bekal yang cukup,batre ijo ini adalah tempat favorit aku memancing walaupun ditahun 2010 sedang dibangun dermaga dan acara memancing kurang nyaman tetap saja aku dan pemancing2 lainnya tetap setia datang kesini adapun hasil tangkapan ikan disini tergantung dari rangkaian kail dan umpan yang kita pakai.Kalau mancing dasaran paling beruntung mendapatkan ikan Sembilang,ikan Kerapu,ikan Ketang2 dan yang paling umum adalah ikan Samge atau ikan Petek.Untuk memancing ikan Baronang di batre ijo merupakan tempat favorit buat Garonger2 (yaitu pemancing memakai joran tegeg yang panjangnya bisa mencapai lima meter dengan mata kail Garong)dan terakhir pemancing ikan Kakap yang terakhir ini lah yang menjadi ajang bergengsi sesuai dengan ikannya pemancing ini boleh juga disebut pemancing kelas Kakap,setiap Minggunya pasti ada saja yang mendapat ikan Kakap bila ada pemancing yang mendapat ikan Kakap maka akan menjadi gengsi tersendiri dan menjadi pembicaraan di kalangan pemancing lainnya.Maka dari itu pemancing2 kakap ini tidak mau memancing jenis ikan lain,mereka begitu fanatiknya sehingga kalau mereka memancing dan mendapat ikan yang lebih kecil maka turunlah derajat mereka walau kata2 ini dilontarkan secara guyon2 atau candaan.Insya Allah lain waktu aku akan menceritakan pemancing dengan hasil tangkapannya,dan juga lokasi2 mancing pinggir laut lainnya di Jakarta.
![]() | |||||||
| Ikan Samge,ikan Helikopter dan ikan Petek mendominasi mancing dasar |
![]() | ||
| Si montok ikan ketang2,mancing dasar dengan kail kecil dan umpan udang kupas |
![]() |
| Barramundi atau kakap putih yang banyak di buru di ujung batre ijo,menjadi gengsi tersendiri |
![]() |
| Ikan Bulan2 kalau sedang main banyak juga yang memburu nya di dermaga batre ijo |
Rabu, 22 Februari 2012
Mimpi ku
"Ssrrruupppp...ahh",nikmatnya menyeruput segelas kopi panas apalagi diluar hujan semakin deras menambah nikmat rasa kopi yang kuminum.Segera ku buka laptop dan memulai menggambar dengan garis2 serta titik2 node yang kuhubungkan untuk menjadi sebuah bentuk gambar.Tak terasa sudah dua jam aku berkutat didepan layar monitor,disain gambar pun sudah dalam tahap penyelesaian.Untuk menghilangkan rasa jenuh disela2 aku bekerja aku pun iseng2 menulis di notepad,ternyata agak sulit juga menuangkan apa yang akan kita ceritakan kedalam rangkaian kata demi kata.Kalimat yang sudah kita tulis dan kita susun akhirnya beberapa kali harus kita edit atau kita hapus karena tidak sesuai dengan keinginan kita,akupun mencoba untuk menulis mengikuti kata hatiku seperti air yang mangalir.Dan akan kuselesaikan saja tulisanku ini sampai habis,mengenai gambar disain yang ku buat sudah hampir selesai.Sementara hujan di luar belum berhenti,mataku pun memandangi tiap2 tetesan air hujan yang jatuh ke bumi lama kelamaan pandanganku mulai nanar jauh disana,jauh di tengah laut.
Untuk mengunjungi pulau2 di Kepulauan Seribu yang begitu banyak,aku berpikir alat transportasi apa yang cocok yang akan ku gunakan,karena kalau menggunakan perahu antar pulau yang ada di Muara angke tidaklah mungkin karena tidak semua pulau dilalui oleh perahu motor tersebut yang ku tahu rutenya dari Muara angke sampai Pulau Kelapa saja,kalau menggunakan perahu sewaan jelas sangat mahal biayanya.Ketika aku melihat acara memancing memakai perahu Kayak di YouTube terlintas pikiranku untuk menggunakan perahu Kayak ini sebagai alat Transportasi antar pulau.Lalu apakah mungkin aku mewujudkan obsesiku menggunakan perahu kayak ini sebagai alat transportasi mengelilingi Kepulauan Seribu? atau... ini hanya mimpiku saja...
![]() |
| Perahu Kayak yang diterjang gelombang,memicu adrenalin dan sensasi tersendiri |
![]() |
| Menjelajahi Kepulauan Seribu dengan menggunakan perahu Kayak adalah impianku |
Kamis, 16 Februari 2012
Dari pulau Kapuk sampai pulau Damar
Meminjam istilah itu sekarang aku berada di pulau tersebut,ada sih keinginan untuk pergi memancing disalah satu kepulauan Seribu tapi apa mau di kata, kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan lagi pula di bulan Januari ini cuaca sedang tidak bersahabat,yah...kalau sedang asik2nya mancing tiba2 turun hujan bukan kesenangan yang di dapat tapi malah kesengsaraan yang kita peroleh.
![]() |
| Tembok pemisah di PLTU muara angke ( batre ) ketika pagi setelah semalaman diguyur hujan. |
Akupun teringat lagi ketika sekitar bulan Oktober 2011 aku dan teman-teman pergi memancing di kepulauan Seribu tepatnya disekitar
perairan pulau Damar,tapi cerita ini bukan cerita sedih apalagi sengsara,ini cerita waktu aku pertama kalinya mancing disekitar perairan pulau Damar.Dari dermaga Muara baru kami berangkat jam 3 pagi dengan menggunakan perahu bermesin diesel yang menurutku lumayan besar cukuplah mengangkut sembilan orang termasuk sang nahkoda pak Pardi dan bang Wanto asistennya
,perahu pun berjalan membelah ombak didini hari yang masih gelap dan sepi dengan kecepatan maksimal menurutku kira-kira kecepatannya 30km/jam kalau kecepatan nya disamakan dengan kendaraan bermotor di darat.Untuk mencapai
pulau Damar dibutuhkan waktu 2 jam apalagi kata pak Pardi akan menuju ke pelampung putih terlebih
dulu yaitu salah satu spot (rumpon) untuk ngotrek ikan tembang katanya sih buat umpan ikan tenggiri.Dari kejauhan aku melihat bayang2 hitam sebuah pulau dengan garis putih disisinya walaupun agak samar2 karena hari masih gelap,kata bang Wanto itulah pulau Damar ternyata garis putih itu adalah sebuah Mercusuar.Ditengah perjalanan kamipun melewati sebuah pulau berukuran kecil namun rimbunnya pohon dipulau tersebut terlihat jelas meskipun seperti sebuah lukisan siluet,"kalo itu pulau apa bang" tanyaku pada sang asisten,"oh,kalo itu pulau Monyet" katanya.Aku pun diam tidak berani bertanya lagi pada sang asisten,aku hanya menduga-duga saja pulau itu dinamakan pulau Monyet mungkin karena dipulau itu banyak monyetnya.Sekarang aku baru tahu tentang pulau Monyet itu setelah mencari-cari artikel di Internet tentang pulau2 yang ada di kepulauan seribu ternyata pulau Monyet itu adalah pulau Damar kecil pulau itu tidak berpenghuni,tapi pulau itu sering disinggahi orang untuk kemping atau mancing.Singkat ceritanya kami mancing disekitar pulau Damar dengan hasil yang kurang memuaskan,rencananya mau mancing ikan tenggiri tapi gagal karena kotrekan atau sabiki yang kami bawa kurang mumpuni jadi ikan tembang untuk umpan ikan tenggiri kurang bernafsu dengan sabiki yang kami bawa walau sudah di bom dengan udang rebon (cumming) atau mungkin juga, kami tidak mendapatkan ikan tembang karena kesiangan sampai di pelampung putih,jadi ikan tembangnya sudah pada kabur.Kami kesiangan tiba di pelampung putih karena sang nahkoda pak Pardi matanya agak siwer untuk mencari pelampung putih yang berada di tengah2 laut
mata kamipun semua tidak melihat tanda itu jadi kami hanya bolak-balik antara pulau Damar sebagai patokan dan keberadaan pelampung putih yang mengarah ke utara.Itulah pak Pardi yang hanya mengandalkan GPS alam ( mengandalkan insting saja ) ya sudahlah aku tidak mau membahas hal ini walau teknologi seperti GPS itu juga perlu. O iya di perairan sekitar pulau Damar ini sangat dalam,pantas saja di tengah perjalanan tadi aku melihat kapal2 besar bermuatan kontainer atau kapal tanker melintasi perairan ini.
![]() |
| Remang2 melintas dihadapanku Kapal kontainer di perairan pulau Damar |
Nyamuk besar dan pulau Nyamuk kecil,aku pernah membaca artikel tentang pulau Nyamuk diartikel itu disebutkan bahwa pulau Nyamuk sudah tenggelam akibat abrasi air laut seperti halnya pulau Ubi yang letaknya antara pulau Ayer,pulau Kelor dan pulau Untung jawa.Wah,wah aku koq ceritanya jadi ngalor ngidul gini ya,gak nyambung sama judul diatas gimana? apa hubungannya antara pulau Kapuk dan pulau Damar, kita sudah sepakat semua bahwa pulau Damar itu bagian dari Pulau Seribu dan aku akan mendaftarkan pulau Kapuk sebagai pulau yang ke 1001 (pulau seribu satu). Yang jelas setelah seharian kami memancing di pulau Damar kami semua lelah dan ngantuk tibalah saatnya kami ke pulau impian kami yaitu pulau Kapuk.(Akupun tertidur pulas... dalam tidurku aku memohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisanku ini,dan alur ceritanya agak berantakan,salam damai sob...zzzzzz...)
![]() |
| Perairan pulau Damar |
![]() |
| Dalam perjalanan pulang, kami melewati pulau Tala |
![]() |
| Pulau Tala yang penuh Misteri |
![]() |
| Hasil tangkapan kami,walaupun kurang memuaskan tapi kami tetap bersyukur |
Label:
ikan bulan2,
PLTU muara angke,
Pulau Damar
Langganan:
Postingan (Atom)







































